No BFF For Me ?

Do you have someone as your BFF ? I think I don’t have it for now.

Kalo ada yang nanya siapa BFF ku sekarang, jawabnya ‘Ngga ada’ , kenapa? Karena I never made this commitment to anybody. Ngga pernah aku janji akan jadi Best Friend Forever.

Dulu di masa SD, SMP, SMA, Kuliah mungkin ada teman yg jadi Best Friend, kemana-mana selalu sama-sama, kompak di segala suasana, tak terpisahkan, tapi setelah berjalannya waktu akhirnya terpisahkan juga oleh pekerjaan, keluarga/pacar. Walaupun hubungan tetap baik tapi status sudah bukan ‘Best Friend’ lagi.

Hmmm, sambil mengingat siapa saja yang pernah jadi Best Friend dalam perjalanan hidupku, dan dimanakah mereka sekarang, let’s see :

TK, I can’t remember who’s my best friend is. SD, sepertinya tiap naik kelas my best friend juga ganti. SMP, ada beberapa, tapi sekarang entah kemana, SMA, sekarang sudah kehilangan beberapa orang yang dulu dekat dan kompak. Kuliah, di masa ini I have a lot of Best Friends, dan sampai sekarang masih kontak dengan beberapa orang via Social Media, but I think I’m not the best for them anymore.

Maybe the word ‘forever’ is scare me…. :) buat aku pilihan adalah : Best Friend or Friend Forever, yah you can leave the word ‘Forever’ or the word ‘Best’ that’s the choice.

I can be your best friend now, but I can’t guarantee it will last forever, people changes, many things changes. I can be a friend for someone, but It might not best friend, I can be best friend but It might not last forever, tomorrow, next month, next year maybe we can separate and we will have new best friend.

For me being BFF for me needs more than just pledge but also commitment and action. For now I don’t have it. I’m not saying that I don’t want it. One day I will make that commitment to someone and it will last forever :) Someday I will not scare anymore :D

Well, this is me, mungkin banyak orang yang berbeda dari aku. It’s just my opinion:)

Makeup….Confidence…….Me

Menyambung tulisan sebelumnya mengenai Makeup. Makeup memang bisa membuat wanita terlihat lebih cantik, bisa menutupi kekurangan yang ada pada wajah. Sesungguhnya memang ada kakurangan di wajah saya yang selalu ingin saya tutupi, dan well, it can covered by makeup, and well, memang tidak semua orang yang saya kenal menyadari kekurangan itu. Tyra Bank pernah berkata “I love the confidence that makeup gives me”  True, makeup can gives you confidence, but confidence not only comes from makeup.

Hmmm…..banyak hal yang keluar dari benak saya juga mengenai hal-hal yang menyakitkan sehubungan dengan penampilan. Manusia memang melihat rupa, penampilan, fisik, dan hal-hal yang kelihatan lainnya.  Cewek cantik pasti lebih dilihat daripada cewek yang kurang cantik, itu kenyataan !!! Bagi yang saat ini merasa kurang cantik, atau ada teman yang lebih cantik bisa menghibur diri dengan berkata : Cantik itu relatif, tergantung selera masing-masing orang. (well, teringat joke : Cantik/ganteng itu relatif, tapi jelek MUTLAK…hahhahaha – becanda ya).

Teori selalu berkata bahwa real beauty comes from the inside, tapi kenyataannya, tidak mudah untuk mengeluarkan ‘that real beauty’ . Berpatokan pada kata-kata : Every girl deserves to feel pretty. Mau nggak mau kita musti melatih diri untuk jadi confidence.  Bertahun-tahun saya belajar untuk menjadi percaya diri, bukan hal yang mudah bagi saya. Memperbaiki penampilanr memang perlu, mungkin merubah penampilan juga perlu. Dulu saya adalah cewe tomboy yang tidak peduli penampilan, percaya atau tidak, karena dulu saya merasa jelek itu yang membuat saya malas mengubah penampilan, minder karena merasa ngga cakep, malu untuk berubah, jadi saya memilih untuk stay boyish. Tapi itu dulu, seiring dengan berjalannya waktu semua mulai berubah, itu karena saya memilih untuk berubah… Memang akan banyak jahanam-jahanam yang banyak mulut dengan perubahan kita, misalnya saat satu waktu kita pakai rok, or make-up, mereka akan bilang “Tumben” atau “Nah, gitu dong” or komentar ngga penting lainnya.

Kenapa saya bilang Jahanam, karena sering mereka tidak benar-benar memuji, tapi malah membuat kita minder akan perubahan. Tapi ngga semua sih, ada juga yang benar-benar kasi compliment. Saat saya melihat teman saya yang pada satu hari berubah dari tomboy ke feminin, lebih baik saya tidak komentar apapun kecuali pujian yang benar-benar muncul dari hati. Orang akan merasa, komentar yang keluar itu hanya asal bicara atau benar-benar dari hati. Bicara asal saja bukan hanya menjatuhkan orang, tetapi membuat orang benci pada kita, dan suatu saat bukan nggak mungkin dia akan membalas.

Seperti di tulisan saya sebelumnya, I’m not a makeup geek, but it doesn’t mean I didn’t wear it at all. Just simple and natural makeup for daily use. Ngga usah berlebihan, pokoknya asal enak diliat aja deh. Tapi walaupun kenyataan dan perjuangan itu susah kata-kata ‘real beauty comes from the inside’ itu bukan sekedar kata-kata kosong. Saya juga sering gagal meyakinkan diri saya bahwa I’m beautiful no matter what they say, apalagi dengan embel-embel status yang masih single. Mata dan pikiran selalu lari ke orang yang kita anggap lebih dari kita, dan timbullah keinginan untuk jadi seperti orang lain.

Sayapun masih dan terus berjuang untuk mengeluarkan ‘my inner beauty’ terus berusaha untuk tidak jadi orang lain yang saya anggap lebih dari saya and ‘not to be fake’ dengan keramahan atau kebiasaan yang dibuat-buat supaya terlihat cool, gaul, dsb.

Perubahan yang saya alami memang tidak terjadi secara instan, walaupun kadang saya merasa kurang sempurna, tapi melihat diri saya yang sekarang ini, saya bukan orang yang minder all the time dan berfokus pada kekurangan saya. Jujur waktu melihat foto current girlfriend of my ex, I said to myself and tell one of my best friend that I’m prettier than her, and my friend confirm (honestly). It’s not because she’s ugly, no. I’m just prettier. I often convincing myself that I’m beautiful when I’m not wearing makeup. Juga saya berusaha selalu melihat mata lawan bicara dan menghargai mereka (dengan catatan : dalam kondisi normal :p)

Well, itu yang aku lakukan, hopefully I can be better and better to release my inner beauty.

You’re NOT Lazy just because you don’t wear makeup !

Pernah denger quote : “Women or girls who don’t wear makeup are lazy” buat saya quote tersebut sangatlah dangkal, atau saya bisa katakan :  stupid and shallow, maaf  buat yang tidak setuju dengan saya. Kalo “Every girl needs makeup” itu saya lebih setuju. I’m not against makeup. Saya pun memakai makeup setiap hari kalau kerja, bertemu client, ke gereja, pesta, kondangan, dll.

Memakai atau tidak memakai makeup menurut saya tidak ada hubungan dengan lazyness, yah, mungkin orang yang membuat quote tersebut berpikir Women or girls who wear makeup are diligent, because they have to wake-up very early in the morning to put makeup on their face before others see them and they sleep very late at night because they’re busy to clean their face from makeup. – sorry for being rude, because I still can’t see the connection between wearing makeup and laziness. Jadi tiap hari kayak orang mau jadi penganten aja, subuh-subuh udah dandan biar keliatan manglingi, dan malem kalo tamu-tamu udah pada pulang baru kembali ke wujud asal.

Beberapa waktu yang lalu, saya ngobrol dengan teman mengenai seseorang yang menurut saya sangat cantik, tapi suatu hari teman saya pernah liat dia tanpa makeup, dan dia bilang hampir ngga bisa kenal orang itu. Beda bangeeet, and diapun terlihat ngga percaya diri tanpa makeup. Another case adalah, ada temen yang cewe’nya seorang model, dia sering pasang foto cewe-nya di pro-pic Blackberry, suatu hari, dia pasang foto cewenya pake piyama and tanpa makeup, and ehm….tentunya bisa mengira-ngira apa yang ada di benak saya or  yang mau saya tulis disini (kalo ngga tau bisa tanya japri ke saya deh). Satu cerita lagi adalah saya pernah iseng liat gossip sosialita di kaskus. Well, ada seorang sosialita yang sedang dibicarakan di forum tersebut dan hampir semua doubt if she’s still pretty without makeup. Dari cerita diatas yang meskipun agak negative dan kesannya ngomongin orang, tapi itu alasan buat aku bahwa  ngga usah iri or minder dengan selebriti or sosialita or model yang keliatan cantik di TV or Majalah, kebanyakan dari mereka cuma dempulan, orang biasa pun kalo di make-over juga ngga kalah sama mereka.

So, that’s a reason for me to not too depend on to makeup. I don’t want to wear it too much or too often. I want to be me, aku mau saat aku ngga pake makeup orang-orang masih kenal sama aku. Selain itu, banyak dempul banyak biaya, hehehe

So, kadang I enjoy my day without makeup, and try to be confident when my friends see me without makeup. I practice this and let other see me still shine without makeup. I believe I’m NOT lazy just because I don’t wear makeup :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.